Cara Menghitung Profit Bersih Jualan Online

Pernah merasa jualan laris tapi uangnya entah ke mana? Biasanya karena kamu mengukur yang salah: melihat omzet, bukan profit. Omzet itu uang yang masuk. Profit bersih itu uang yang benar-benar tinggal untukmu setelah semua biaya dipotong. Dua angka ini bisa berbeda jauh.
Artikel ini menunjukkan cara menghitung profit bersih dengan benar, lengkap dengan template yang bisa kamu tiru, biar kamu tahu produk mana yang benar-benar menghidupi tokomu dan mana yang cuma sibuk tanpa hasil.
Omzet vs Profit Bersih
Anggap kamu menjual 100 produk seharga Rp 75.000. Omzetmu Rp 7.500.000. Angka itu enak dilihat, tapi belum ada artinya sampai kamu kurangi biayanya.
Profit bersih adalah sisa setelah semua potongan:
Profit Bersih = Omzet − HPP − Fee Marketplace − Biaya Iklan − Komisi Afiliasi
Kalau kamu belum yakin cara menghitung komponen modal produk, baca dulu cara menghitung HPP supaya angka dasarnya benar.
Biaya yang Harus Kamu Kurangi
Empat potongan ini yang paling sering menentukan untung atau rugi:
- HPP — modal produk plus kemasan, ongkir masuk, dan susut.
- Fee marketplace — biaya admin, komisi, dan biaya program seperti gratis ongkir.
- Biaya iklan — Shopee Ads atau TikTok Ads yang kamu keluarkan.
- Komisi afiliasi — bagi hasil untuk kreator yang mempromosikan produkmu.
Lupa satu saja, angka profitmu langsung menyesatkan.
Template Menghitung Profit Bersih
Pakai kerangka ini untuk produk apa pun. Isi tiap baris, lalu kurangi dari atas ke bawah:
| Baris | Cara mengisi |
|---|---|
| Harga jual | Harga yang dibayar pembeli |
| − HPP | Modal + kemasan + ongkir masuk + susut |
| − Fee marketplace | Biaya admin, layanan, gratis ongkir |
| − Biaya iklan | Total belanja iklan ÷ jumlah produk terjual |
| − Komisi afiliasi | Bagi hasil kreator (kalau ada) |
| = Profit bersih | Sisa yang benar-benar jadi milikmu |
Simpan template ini dan pakai ulang setiap kali menetapkan harga produk baru.
Contoh: Produk Untung vs Produk Rugi
Dua produk bisa terlihat sama-sama laris, tapi hasilnya berbeda. Bandingkan:
| Komponen | Kaos (untung) | Case HP (rugi) |
|---|---|---|
| Harga jual | Rp 75.000 | Rp 25.000 |
| HPP | − Rp 40.200 | − Rp 12.000 |
| Fee marketplace | − Rp 6.000 | − Rp 2.500 |
| Biaya iklan | − Rp 8.000 | − Rp 9.000 |
| Komisi afiliasi | − Rp 3.000 | − Rp 1.500 |
| Profit bersih | Rp 17.800 | − Rp 0 |
Case HP laku banyak, tapi biaya iklannya terlalu besar dibanding harga jual, sampai profitnya habis. Tanpa menghitung per produk, kamu tidak akan tahu bahwa “produk laris” ini sebenarnya menguras tokomu.
Hitung per Produk, Lalu per Bulan
Menghitung profit satu produk memberi tahu apakah harganya sehat. Menghitung profit satu bulan memberi tahu apakah bisnismu sehat.
- Per produk: cari tahu margin tiap SKU, buang atau naikkan harga produk yang marginnya tipis.
- Per bulan: jumlahkan semua profit bersih, lalu kurangi biaya tetap seperti langganan aplikasi, gaji, dan sewa gudang. Sisa inilah penghasilan aslimu.
Kenapa Profit Sering Salah Hitung
- Mengira omzet sama dengan untung — potongan marketplace tidak terlihat langsung.
- Iklan tidak dibebankan ke produk — padahal iklan sering jadi biaya terbesar kedua setelah modal.
- Beda marketplace disamakan — margin di Shopee dan TikTok Shop tidak sama karena fee-nya berbeda.
- Hitung manual sebulan sekali — saat ketahuan rugi, sudah telat sebulan.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa bedanya margin dan profit bersih? Margin adalah profit bersih dalam bentuk persen dari harga jual. Profit bersih Rp 17.800 dari harga Rp 75.000 berarti margin sekitar 24%.
Berapa margin yang sehat? Tidak ada angka pasti, tergantung kategori. Yang penting margin cukup menutup biaya tetap dan menyisakan keuntungan. Bandingkan antar produkmu sendiri untuk tahu mana yang terbaik.
Perlu hitung profit tiap hari? Untuk produk yang diiklankan, sebaiknya ya, karena biaya iklan berubah cepat. Produk tanpa iklan cukup dicek berkala.
Lihat Profit Bersih Tanpa Menghitung Manual
Menghitung satu produk di spreadsheet masih masuk akal. Menghitung ratusan SKU di beberapa marketplace, tiap hari, dengan fee dan iklan yang berubah-ubah, itu pekerjaan yang menghabiskan malammu.
Brandhub menghitung profit bersih setiap toko secara otomatis — HPP, fee marketplace, biaya iklan, ongkos gudang, dan komisi afiliasi sudah dijumlahkan untukmu. Kamu langsung melihat angka bersih yang sebenarnya, per produk maupun per toko, dalam satu layar.
Kesimpulan
Berhentilah menilai bisnismu dari omzet. Kurangi HPP, fee marketplace, iklan, dan komisi afiliasi dari harga jual untuk melihat profit bersih yang sesungguhnya. Pakai template di atas untuk tiap produk, lalu jumlahkan per bulan untuk melihat penghasilan aslimu. Angka itu yang menentukan produk mana kamu dorong dan mana kamu hentikan.
Ingin tahu profit bersih tokomu tanpa buka spreadsheet lagi? Lihat profit asli semua tokomu dari satu dashboard — hubungkan akun marketplace-mu ke Brandhub, tim kami bantu setup-nya.