Tips Seller

Cara Menghitung HPP Produk untuk Jualan di Shopee & TikTok Shop

· 4 menit baca
Ilustrasi cara menghitung HPP produk untuk seller marketplace

Omzet bulan ini terlihat besar, tapi saldo di rekening kok biasa saja? Kamu tidak sendirian. Masalahnya sering bukan karena jualan sepi, tapi karena HPP dihitung asal-asalan. Harga jual kelihatan untung, padahal kenyataannya nyaris balik modal.

Kabar baiknya: menghitung HPP dengan benar itu tidak sulit. Kamu cuma perlu tahu biaya apa saja yang harus masuk. Artikel ini akan menunjukkannya, lengkap dengan dua contoh angka yang bisa langsung kamu tiru.

Apa Itu HPP?

HPP (Harga Pokok Penjualan) adalah total biaya untuk menyiapkan satu produk sampai siap dijual. HPP jadi dasar untuk dua keputusan paling penting dalam bisnismu: menentukan harga jual, dan mengetahui berapa profit yang benar-benar kamu kantongi.

Rumusnya sederhana:

HPP = Biaya Modal Produk + Biaya Operasional per Produk

Salah menghitung HPP berarti salah menentukan harga. Salah menentukan harga berarti kamu bisa jualan ramai tapi tetap rugi. Di situlah bahayanya.

Biaya yang Wajib Masuk ke HPP

Kesalahan paling umum: menghitung harga beli barang saja. Padahal masih ada biaya lain yang menempel pada setiap produk. Lima ini sering terlewat:

  1. Harga beli / biaya produksi — harga dari supplier, atau total bahan baku kalau kamu produksi sendiri.
  2. Kemasan — kardus, bubble wrap, lakban, label. Kecil per satuan, besar kalau dikali ratusan order.
  3. Ongkir masuk — biaya mendatangkan barang dari supplier ke gudangmu, bukan ongkir ke pembeli.
  4. Barang rusak & susut — sisihkan estimasi untuk barang cacat atau hilang, misalnya 2% dari nilai stok.
  5. Tenaga packing — kalau ada yang membantu packing atau produksi, upahnya per produk ikut dihitung.

Contoh 1: Produk Satuan

Ambil contoh kamu jualan kaos. Ini rincian biaya per potong:

KomponenBiaya
Harga beli dari supplierRp 35.000
Kemasan (polymailer + label)Rp 2.000
Ongkir supplier ke gudangRp 1.500
Barang rusak (2%)Rp 700
Tenaga packingRp 1.000
Total HPPRp 40.200

HPP asli kaos itu Rp 40.200, bukan Rp 35.000. Selisih Rp 5.200 per potong ini yang diam-diam menggerus profitmu kalau tidak dihitung.

Contoh 2: Produk Bundling

Bundling sering bikin HPP salah karena orang lupa menjumlahkan semua isinya. Misal kamu jual paket “3 kaos + 1 totebag”:

KomponenBiaya
3 kaos (3 × Rp 40.200)Rp 120.600
1 totebag (HPP satuan)Rp 15.000
Kemasan bundling lebih besarRp 4.000
Tenaga packing paketRp 2.000
Total HPP bundlingRp 141.600

Perhatikan: HPP kaos di dalam bundling tetap Rp 40.200 per potong, bukan harga belinya saja. Kalau kamu menetapkan harga bundling tanpa menghitung ini, paket yang terlihat “menarik” justru bisa jadi paket yang paling merugikan.

Jangan Lupa: Fee Marketplace & Iklan Memotong Profit Juga

HPP baru separuh cerita. Begitu produk terjual, marketplace masih memotong beberapa hal sebelum uang benar-benar jadi milikmu:

  • Biaya admin dan komisi marketplace
  • Biaya layanan dan program gratis ongkir
  • Biaya iklan Shopee Ads atau TikTok Ads
  • Komisi afiliasi untuk produk yang dipromosikan kreator

Jadi profit bersihmu yang sebenarnya adalah:

Profit Bersih = Harga Jual − HPP − Fee Marketplace − Biaya Iklan − Komisi Afiliasi

Lanjutkan contoh kaos tadi. Kamu jual Rp 75.000. Setelah dipotong HPP Rp 40.200, fee marketplace sekitar Rp 6.000, dan iklan sekitar Rp 8.000, profit bersihmu tinggal sekitar Rp 20.800. Jauh dari Rp 40.000 yang mungkin kamu bayangkan di awal. Cara merangkai semua potongan ini ada di panduan menghitung profit bersih.

Empat Hal yang Bikin HPP Meleset

  • Cuma menghitung harga beli — lupa kemasan, ongkir masuk, dan susut.
  • Menyamakan HPP semua marketplace — fee Shopee dan TikTok Shop berbeda, jadi margin per channel juga berbeda.
  • Lupa memperbarui saat harga supplier naik — margin menyusut tanpa kamu sadari.
  • Menghitung manual di spreadsheet terpisah — rawan salah rumus, apalagi saat order ramai.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah HPP berbeda di tiap marketplace? Modal produknya sama, tapi profit per marketplace berbeda karena fee dan biaya iklannya tidak sama. Jadi HPP-nya tetap, yang berubah adalah potongan setelahnya.

Seberapa sering HPP harus diperbarui? Setiap kali harga supplier, ongkir masuk, atau biaya kemasan berubah. Kalau tidak, kamu menjual dengan angka lama yang sudah tidak akurat.

Apakah biaya iklan masuk HPP? Tidak. HPP hanya biaya menyiapkan produk. Iklan adalah biaya penjualan yang kamu kurangi setelah HPP, saat menghitung profit bersih.

Cara Menjaga HPP Akurat Saat Jualan di Banyak Toko

Menghitung satu produk di spreadsheet masih gampang. Yang berat adalah ratusan SKU yang tersebar di Shopee, TikTok Shop, dan channel lain, dengan fee dan biaya iklan yang berbeda tiap platform. Menyalin semuanya manual hampir pasti menimbulkan selisih.

Dashboard terpusat menghapus pekerjaan itu. Dengan Brandhub, profit bersih setiap toko dihitung otomatis — sudah termasuk HPP, fee marketplace, biaya iklan, ongkos gudang, dan komisi afiliasi. Angka yang kamu lihat adalah profit sebenarnya, bukan omzet kotor yang menyesatkan.

Kesimpulan

Menghitung HPP dengan benar adalah cara pertama untuk tahu tokomu benar-benar untung atau tidak. Masukkan semua biaya yang menempel pada produk, hitung juga untuk paket bundling, lalu kurangi fee marketplace dan iklan untuk melihat profit bersih. Makin akurat HPP-mu, makin tepat harga dan keputusan iklan yang kamu ambil.

Capek menghitung profit satu per satu setiap malam? Lihat profit bersih semua tokomu dari satu dashboard — hubungkan akun marketplace-mu ke Brandhub, dan tim kami bantu setup-nya.

Bagikan artikel

Kelola semua toko dari satu dashboard

Coba Brandhub gratis. Tanpa kartu kredit, langsung terhubung ke semua platform jualanmu.

Coba gratis